nutrisi yang tepat untuk lansia untuk bisa hidup sehat

Tips Hidup Sehat: Nutrisi Tepat untuk Lansia 

Audelacare ID

Juli 19, 2024

Daftar Isi

Nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh setiap orang berbeda sesuai dengan usianya. Pada lanjut usia, akibat metabolisme yang lambat tubuh menjadi kurang efisien dalam menyerap nutrisi penting dari makanan. Permasalahan lain seperti berkurangnya nafsu makan maupun indera penciuman dan pengencap yang melemah sehingga mengurangi kenikmatan makanan dapat membuat lansia menjadi malas makan karena merasa kurang nikmat. Pembahasan berikut ini akan membahas mengenai makanan dan asupan nutrisi yang baik bagi para lansia. 

Nutrisi yang Dibutuhkan Lansia

Akibat beberapa faktor seperti masalah pada pencernaan dan penyerapan tubuh, hormonal, ataupun akibat kondisi kesehatan lainnya beberapa lansia mengalami perubahan pada nafsu makan. Meskipun begitu, mengonsumsi makanan dengan nutrisi yang tepat tetap harus dilakukan agar tidak memperburuk kondisi kesehatan lansia. Berikut ini adalah beberapa nutrisi yang perlu diperhatikan saat memilih makanan untuk lansia:

1. Vitamin D dan Kalsium 

Banyak lanisa yang kekurangan mineral kalsium, sehingga menyebebakan kerapuhan tulang dan kekurangan zat besi pada tubuhnya. Untuk memenuhi kebutuhan vitamin D dan kalsium dapat ditemukan pada kuning telur, olahan susu (susu, mentega, keju, yoghurt), ikan berlemak (salmon, tuna, dan mackerel), dan sayuran hijau.

2. Vitamin C 

Bertindak sebagai antioksidan, meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, dan membantu menjaga kesehatan kulit, pembuluh darah, dan tulang. Terdapat pada buah jeruk, beri, tomat, paprika, dan brokoli.

3. Protein 

Protein berperan dalam menjaga kesehatan tulang dan otot. Lansia dianjurkan untuk mengonsumsi protein lebih banyak dari orang dewasa muda, yaitu sebesar 1-1,2 gram per-hari. Sumber protein terdapat pada berbagai olahan daging seperti ikan, telur, ayam, daging sapi, seafood, susu dan olahannya, tahu, dan tempe.

4. Karbohidrat

Karbohidrat merupakan sumber energi utama dari setiap orang. Pada lansia sendiri, besar karbohidrat yang dibutuhkan oleh tubuh setidaknya sebesar 45-65% dari total kalori per-hari. Karbohidrat cenderung mudah didapatkan karena terdapat pada nasi, mie, bihun, oats, dan kentang.

5. Serat 

Bertambahnya usia, kebutuhan serat semakin sedikit, namun bukan berarti serat tidak tidak penting. Serat dibutuhkan tubuh untuk meningkatkan kesehatan pencernaan yang mulai menurun, membantu mengatur kadar gula darah, dan menurunkan kolesterol. Untuk mengonsumsi makanan berserat dapat ditemukan pada biji-bijian (gandum, beras merah), kacang-kacangan, kentang, buah-buahan, sayuran, dan oats.

Setelah mengetahui fungsi dari nutrsi-nutrisi yang dibutuhkan tubuh lansia, kemudian kita dapat ke tahap selanjutnya yaitu, menyiapkan makanan yang tepat untuk lansia. 

Menyiapkan Makanan untuk Lansia

Kamu pernah gak, terdiam lama untuk mikir hari ini mau makan apa, malam nanti mau makan apa, besok harus makan apa? Ada loh solusi untuk gak memikirkan hal itu setiap hari, yaitu dengan menyiapkan semuanya dari jauh hari. Ini juga bisa diterapin ke makanan lansia, agar memudahkan kamu yang mau merawat ataupun membuat mereka merasa mandiri karena mampu menyiapkan makanannya sendiri. Tapi untuk menyiapkan makanan lansia, perhatikan hal-hal berikut ini terlebih dahulu ya!

1. Mengetahui Penyakit serta Pantangan yang Dimiliki Lansia 

Setiap penyakit tentu memiliki pantangan makanan tersendiri yang harus dihindari agar tidak memperburuk kondisi kesehatan yang dimiliki. Tahapan pertama sebelum mempersiapkan makanan bernutrisi untuk lansia adalah memahami jenis makanan apa saja yang dianjurkan oleh dokter untuk dikonsumsi serta makanan yang harus dihindari. Jangan lupa, tanya juga kepada lansia mengenai preferensi makanan kesukaannya, dan selipkan menu tersebut pada makanan hariannya atau sebagai snack agar mereka semangat untuk makan. 

2. Membuat Perencanaan

Setelah memahami kebutuhan nutrisi yang diperlukan lansia, tahapan selanjutnya adalah membuat perencanaan makan selama seminggu, hal ini dilakukan agar makanan yang dikonsumsi bervariasi dan tidak membuat lansia merasa bosan. Pastikan makanan yang akan dikonsumsi telah memenuhi kebutuhan protein, serat, buah-buahan, maupun sayuran. Kita dapat menggunakan planner atau kalender untuk membuat outline dari perencanaan makanan secara terperinci.Hal ini dapat mencegah lansia agar tidak makan lebih banyak atau lebih sedikit dari porsi yang dianjurkan.

3. Meal Preparation 

Meal preparation adalah proses menyiapkan bahan makan jauh hari sebelum hendak dimasak. Sebaiknya membuat satu porsi makanan ke dalam kotak makanan atau membekukannya. Hal ini dapat memudahkan caregiver ataupun lansia yang hanya perlu memanaskan makanan tersebut saat hendak memakannya karena tidak memerlukan waktu penyiapan yang lama. Jangan lupa untuk menulis label berisi tanggal makanan tersebut dimasak untuk memastikan makanan masih segar saat hendak dikonsumsi. Dengan membuat perencanaan makanan, kita dapat meminimalisir terbuangnya makanan dan memastikan nutrisi yang terdapat di makanan seimbang.

Sumber nutrisi terbaik sudah pasti berasal dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari, namun akibat beberapa kondisi, terdapat lansia yang tidak bisa mengonsumsi jenis makanan tertentu yang sebenarnya memiliki nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuhnya akibat alergi ataupun pantangan dari penyakit lain yang dideritanya. Pada situasi seperti ini, mengonsumsi suplemen bisa menjadi opsi agar nutrisi yang dibutuhkan lansia tetap terpenuhi.

1. Berkonsultasi dengan Dokter 

Setiap orang memiliki kebutuhan gizi dan nutrisi yang berbeda-beda tergantung dari kondisi kesehatan yang dimiliki, obat-obatan yang sedang dikonsumsi, dan diet yang sedang dijalani. Sebelum memutuskan untuk membeli suplemen sebagai tambahan nutrisi sebaiknya konsultasikan kepada dokter untuk menghindari asupan nutrisi yang berlebihan ataupun bentrok pada obat yang justru dapat mengurangi manfaatnya atau bahkan menimbulkan efek samping. 

2. Melakukan Pengecekan 

Lansia juga dapat melakukan pengecekan kesehatan dan tes darah secara berkala untuk memonitor tingkat nutrisi pada tubuhnya, melalui proses ini tingkat konsumsi suplemen tambahan dapat dikurangi secara perlahan.

Selain itu, lansia juga perlu untuk rutin mengonsumsi air putih 1 hingga 2 liter setiap hari agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Mungin beberapa lansia merasa khawatir kalau terlalu banyak minum ia malah akan sering bolak-balik ke toilet, tapi ada loh cara agar lansia bisa merasa santai

popok dewasa tipe celana dari audelacare

Dengan memakai popok celana dari Audelacare lansia gak perlu khawatir harus terus ke kamar mandi ataupun akan bocor! Dengan bahan berkualitas premium, popok celana ini tentunya udah bisa mengunci cairan secara efektif dan tetap bikin penggunanya nyaman loh! Selain itu popok ini juga terbuat dari bahan yang seperti kain, jadi terasa lembut dan seperti memakai celana biasa.

 

Pastikan lansia mendapatkan perawatan terbaik melalui makanan bernutrisi, minum air putih yang cukup, dan menggunakan produk perawatan yang nyaman dari Audelacare ya!

Share ke

Audelacare Newsletter

Bergabung dengan Newsletter dari Audelacare untuk mendapatkan update blog setiap minggunya!

Artikel Lain Yang Mungkin Kamu Suka

Keranjang Belanja

Eksplorasi konten lain dari Audelacare Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca