Setelah beraktivitas seharian kita akan mengakhiri hari dengan beristirahat yang cukup dan nyaman. Pada kelompok lansia, durasi tidur malam yang disarankan adalah sekitar 7-9 jam per hari. Tidur yang berkualitas menjadi suatu hal yang penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental, serta memberikan waktu bagi tubuh untuk memulihkan energi yang hilang.
Namun beberapa orang kerap mengalami gangguan tidur. Gangguan tidur ternyata sangat mengganggu kesehatan kita loh. Dalam sebuah penelitian, disebutkan bahwa gangguan tidur pada lansia disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kondisi kesehatan, efek samping obat-obatan, kondisi lingkungan, stres psikologis, diet/nutrisi, ataupun gaya hidup. Ada banyak jenis gangguan tidur yang bisa terjadi pada seseorang, tetapi jenis gangguan ini ternyata lebih rentan dialami lansia loh. Apa saja?
Gangguan Tidur pada Lansia
1. Insomnia
Gangguan tidur ini dapat terjadi pada siapa saja, termasuk lansia. Pengidapnya akan kesulitan tidur pada malam hari, atau bahkan terjaga hingga pagi hari tanpa tidur atau beristirahat sama sekali. Kalau kamu sering terbangun saat tidur malam hari sehingga mengganggu kualitas tidur, juga bisa disebut sebagai Insomnia. Beberapa faktor yang menyebabkan insomnia yaitu gaya hidup, gangguan psikologis, masalah kesehatan, efek samping dari obat, serta faktor usia.
2. Sleep Apnea
Kelompok lansia yang memiliki masalah pada sistem pernapasan
di dinding tenggorokan paling rentan untuk mengalami gangguan ini. Pada
penderita sleep apnea, dinding tenggorokan akan relaksasi dan menyempit
saat tidur, hal ini cukup serius dan berbahaya karena bisa mengancam nyawa
pengidapnya. Sleep apnea dapat dihindari dengan cara mengurangi
kebiasaan merokok, konsumsi minuman beralkohol, serta gaya hidup tidak sehat.
3. Mendengkur
Mendengkur terjadi ketika aliran udara di saluran pernapasan bagian atas terhambat, biasanya saat otot-otot di tenggorokan dan lidah menjadi terlalu rileks ketika tidur. Hal ini menyebabkan getaran yang menimbulkan suara mendengkur. Beberapa penyebab umum mendengkur meliputi posisi tidur telentang, kelebihan berat badan, alergi, pilek, atau kebiasaan seperti merokok dan mengonsumsi alkohol sebelum tidur.
Walaupun mengganggu orang sekitar, mendengkur menjadi pertanda adanya masalah kesehatan yang serius, seperti kesulitan bernapas saat tidur. Mendengkur membuat seseorang sering terbangun di malam hari dan merasa lelah atau mengantuk di siang hari, yang bisa memengaruhi kualitas hidup.
Untuk mengurangi mendengkur, kamu bisa mencoba untuk mengubah posisi tidur (misalnya tidur miring), menurunkan berat badan, menjaga kebersihan saluran hidung, atau menghindari konsumsi alkohol dan merokok sebelum tidur. Jika mendengkur sudah parah, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Setelah memahami beberapa jenis gangguan tidur yang umum dialami oleh lansia, langkah berikutnya adalah mencari solusi agar tidur mereka lebih tenang dan berkualitas. Salah satu cara efektif untuk membantu lansia mendapatkan tidur yang nyenyak adalah dengan mengatur suasana istirahat yang nyaman. Suasana lingkungan tidur berperan penting dalam menciptakan ketenangan yang diperlukan saat tidur. Mulai dari pencahayaan, suhu ruangan, hingga pemilihan tempat tidur yang tepat, semuanya dapat membantu menciptakan lingkungan tidur yang mendukung relaksasi lansia dan mengurangi gangguan tidur.
Cara Menangani Gangguan Tidur pada Lansia
Saat merawat lansia, kita juga perlu memastikan dan menyediakan kenyamanan bagi mereka saat beristirahat. Tidur yang berkualitas dan lingkungan tidur yang nyaman menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Berikut ini beberapa cara untuk memberikan kenyamanan ekstra pada lansia saat beristirahat:
1. Memilih Perlengkapan Tidur yang Tepat
Kasur yang dipakai lansia sebaiknya tidak terlalu keras maupun terlalu lembut. Audelovers juga bisa menambahkan lapisan memory foam yang lembut untuk meningkatkan kenyamanan. Gunakan bantal tidur yang dapat menopang leher dan kepala dengan baik untuk menjaga posisi tubuh yang baik saat tidur. Tambahkan bantal ekstra untuk menopang bagian tubuh lainnya, seperti dibawah lutut atau di belakang punggung. Ganti seprai dan sarung bantal secara teratur untuk menjaga kebersihan tempat tidur karena seprai yang bersih dan segar dapat memberikan kenyamanan tambahan bagi lansia saat beristirahat.
2. Mengatur Kamar Tidur Menjadi Nyaman
Bagi sebagian lansia, mungkin mereka akan menghabiskan kebanyakan waktu di dalam kamar tidurnya, karena itulah penting untuk memastikan kamar tidur lansia memiliki sirkulasi udara yang baik, menggunakan pencahayaan yang tenang, dan memiliki suhu yang nyaman—tidak terlalu panas ataupun dingin. Untuk menambah suasana istirahat yang nyaman Audelovers juga bisa memutar musik yang lembut atau suara alam seperti hujan atau deburan ombak, karena hal ini dapat membantu lansia merasa lebih rileks sebelum tidur. Suara yang menenangkan dapat membantu meningkatkan kualitas tidur dan memberikan kenyamanan ekstra.
3. Menggunakan Perlak Dewasa untuk Perlindungan Tambahan
Langkah terakhir bagi lansia yang memiliki kebutuhan khusus seperti gangguan inkontinensia urin, lansia dapat tidur dengan nyaman tanpa khawatir kebocoran adalah dengan menggunakan perlak dewasa yang dapat menjaga kasur tetap bersih dan kering. Underpad Dewasa Audelacare mampu menyerap cairan dalam jumlah besar dengan cepat sehingga sudah pasti alas kasur akan tetap bersih dan kering. Perlak ini menggunakan teknologi kualitas premium yang dapat mengontrol bau sehingga menjaga udara tetap segar & nyaman. Selain itu, perlak ini juga terbuat dari bahan yang lembut sehingga nyaman untuk digunakan sepanjang hari, ramah untuk kulit dan tidak berisiko iritasi.
Dengan memastikan terpenuhinya ketiga hal tersebut, dipastikan lansia akan merasakan lingkungan tidur yang nyaman, istirahat yang berkualitas dan merasa aman sepanjang malam. Penggunaan perlak dewasa menjadi salah satu langkah praktis yang tidak hanya melindungi tempat tidur tetapi juga memberikan ketenangan pikiran, baik bagi lansia maupun caregiver.





